5 tips dasar menyusun makalah yang baik dan benar

Salam sobat 1000

Ruh Makalah yang harus sobat ketahui
Sebelum kita fokus membahas judul yang saya ajukan di atas, ada baiknya sobat semua terlebih dahulu harus percaya  akan kemampuan sobat dalam berimajinasi mengolah data yang ada dalam pikiran sobat, untuk kemudian dituliskan menjadi sebuah susunan makalah.

Artikel ini saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya dalam menulis makalah. Ingat ya? nulis makalah, bukan tesis atau disertasi bagi pascasarjana. Makalah biasanya mengandung 3 Bab : 
  1. BAB I : Pendahuluan
  2. BAB II : Isi
  3. BAB III : Penutup
Dalam menulis makalah, biasanya ada sistimatika atau pedoman yang diberikan guru, atau dosen tentunya. Nah itulah yang perlu sobat pedomani. Jika demikian halnya, saya tidak akan panjang lebar membahas sistimatika makalah yang baik dan benar. Karena bisa jadi sistimatika yang saya tuliskan berbeda dengan sistimatika sobat. Adapun yang akan saya tuliskan disini adalah tips-tips menulis makalah agar memperoleh nilai yang baik. ok sobat kita mulai dari poin berikut :

1. Pahami fokus masalah  Makalah

Fokus masalah adalah hal pertama yang harus sobat ketahui sebelum sobat menyusun makalah yang diperintahkan oleh guru atau dosen. Fokus masalah dalam penyusunan makalah dan skripsi memang berbeda. Akan tetapi, jika sobat terbiasa belajar menyusun makalah dengan mempelajari fokus masalahnya terlebih dahulu, mudah-mudahan nantinya dalam penyusunan skripsi, tingkat kesulitannya akan lebih minim. Dengan kata lain, jika fokus masalahnya sobat ketahui, otomatis perjalanan sobat dalam menyusun makalah akan lebih gampang, bahkan bisa selesai dalam waktu 3 (tiga) jam saja bagi sobat yang menulis secara manual dari buku, atau 30 (tiga puluh) menit jika sobat menyusunnya dari internet :D

Misalnya Guru atau Dosen sobat memberikan tugas Makalah tentang Sosial masyarakat, maka fokus masalahnya cari yang negatifnya dulu. Contohnya :

a. Kondisi saat ini, masyarakat sudah tidak mencerminkan budaya ketimuran
b. Ekonomi masyarakat saat ini tidak berkembang seiring dengan kenaikan harga BBM. 

Nah sobat, cari fokus masalah itu lebih gampang dengan negatifnya dulu. Kemudian nanti cari solusinya melalui buku, atau media yang menurut sobat gampang dijadikan referensi. Kalau fokus masalahnya sudah dapat, barulah tentukan rumusan masalahnya. 

2. Tentukan rumusan Masalah

Rumusan masalah berbeda dengan fokus masalah. Jika fokus masalah lebih identik dengan kata negatif, maka rumusan masalah lebih identik dengan kalimat bertanya. Contohnya kita ambil dari fokus masalah di atas ok? 

FOKUS MASALAH 

 a. Kondisi saat ini, masyarakat sudah tidak mencerminkan budaya ketimuran

 RUMUSAN MASALAH 

a. Bagaimana kondisi budaya masyarakat Indonesia saat ini?
b. Bagaimana konsep budaya dalam masyarakat Indonesia?
c. Apakah dampak kemunduran budaya di Indonesia?

Ini hanya sekedar contoh saja sobat. Namun untuk menyusun makalah yang baik, dan agar tak terkesan monoton, ya memang harus mengetahui fokus masalah dulu, baru kemudian menyusun rumusan masalahnya. Dalam merangkai susunan rumusan masalah, sobat bisa memulai dengan kata-kata seperti di bawah ini :

  • Apa, apakah, apa saja, seperti apa
  • Bagaimana
  • Sejauhmana
  • Seberapa besar
 Jika rumusan masalah telah ditentukan, barulah sobat beralih ke judul. Ingat ya sobat, perjalanan di atas, dari fokus masalah hingga rumusan masalah berlaku jika guru atau dosen tidak menentukan judul makalahnya. Jika sudah ada judul dari dosen, berarti sobat bisa menggunakan judulnya sebagai bahan untuk mencari fokus masalah, kemudian rumusan masalah, kemudian referensi teori sebagai bahan kajian di BAB II.

3. Bahasa dan alur pemikiran

klik untuk memperbesar
Bahasa yang baik dalam hal apapun merupakan satu kewajiban yang harus kita usahakan. Termasuk dalam menyusun makalah. Bahasa yang baik harus didukung oleh susunan kalimat-kalimat yang seolah-olah berjalan, bertahap, sistematis, dan yang terpenting adalah "tulisan sobat harus dimengerti" oleh sobat, apalagi orang lain. Jangan sampai tulisan sobat hanya dimengerti oleh sobat sendiri saja. Alur pemikiran kita dalam menyusun makalah, skripsi, dan apapun itu terfokus dalam hal berikut :
  • Di BAB I, yakni dalam pendahuluan, latar belakang, dan rumusan masalah;
  • Di BAB II, dalam menanggapi, atau memberikan kesimpulan teori orang lain yang kita cantumkan. Caranya, tulis pendapat para ahli, pakar, kemudian berikan kesimpulan sesuai alur pemikiran sobat. Jika teori para ahli 3 Paragraf, berarti sobat harus menyimpulkannya menjadi 2 Paragraf saja. Tergantung sejauhmana pemahaman sobat dalam memahami teorinya.
  • Di BAB III, Kesimpulan dari seluruh teori yang menurut sobat sangat penting.

4. Buat perbandingan dengan makalah yang sobat baca dari orang lain

Dalam hal penyusunan makalah, sobat perlu membandingkan makalah sobat dengan makalah orang lain. Hal ini sangat berguna bagi sobat untuk mengukur sejauhmana kemampuan sobat. Carilah makalah yang berkualitas, yang isinya menggambarkan seperti makalah sobat. Perhatikan caranya bagaimana mengawali fokus masalah, jika sobat bingung dimana letak fokus masalahnya, halaman pendahuluannya. Ada dua pokok, lihat abstrak, atau lihat latar belakang penulisan di BAB I. 

Di BAB II lihat juga konsistensi nya dalam menyesuaikan dengan pertanyaannya. Apakah sesuai dengan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuannya. 

Di BAB III, lihat juga apakah kesimpulannya sesuai. 

Jika sudah lengkap, kemudian barulah bandingkan dengan tulisan sobat.


5. Buat judul yang singkat, menarik, dan fokus

Judul merupakan wajah tulisan kita. Karena hal pertama yang akan dilihat dan di baca adalah judul. Judul yang menarik adalah judul yang membuat pembaca sobat = ingin tau isinya.

Judul kita susun berdasarkan fokus masalah yang kita temukan. Misalnya fokus masalahnya adalah kondisi sosial masyakat, maka sobat dapat memberikan judulnya = Kondisi sosial masyarakat : analisis teori, empiris terupdate.

Ok sobat semua....

Inti dari tulisan saya ini, tak lain adalah agar sobat semua, dalam menentukan judul tidak bingung. Karena dalam penyusunan karya ilmiyah, termasuk makalah, skripsi, tesis, disertasi, jurnal, menentukan judul bukanlah hal yang utama. Hal utama yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah mengetahui apa masalah yang akan kita bahas, apa fokus masalahnya. Karena dalam skripsi nanti, sobat di tuntut bukan untuk mencari judul, tapi mencari fokus masalah.